Bakmi Djowo

Wednesday, 01 April 2009 13:50 Setio Dewo
Print
View Comments

Slurp…
Kali ini masih membahas makanan khas Semarang, yaitu Bakmi Djowo. Seperti kita tahu, masakan mie identik dengan Chinesse Food. Atau malah mie instan? Tapi tidak demikian dengan Bakmi Djowo yang seolah lari dari identitas tersebut.


(Warung yang sederhana di pinggiran jalan Ketileng)

Malam ini saya dan Sisi makan malam di sebuah warung Bakmi Djowo di sebuah kawasan perumahan di daerah Ketileng. Judul warungnya adalah Pak Waris. Sebuah warung yang sederhana tapi cukup terkenal di daerah tersebut. Lalu bagaimana dengan rasanya?

Berbeda dengan masakan Chinesse Food, Bakmi Djowo memiliki resep tersendiri. Bisa jadi isinya tidak terlalu lengkap dibandingkan Chinesse Food. Tapi rasanya sangat enak. Kalau Pak Bondan akan berkata: “Maknyus…”

“Sangat cocok dijadikan makanan alternatif pecinta mie,” begitu rekomendasi dari saya.

Nyatanya bakmi Djowo punya penggemar nan fanatik. Seorang rekan kuliah saya pun sangat hobi akan cita rasa warung bakmi Djowo. Sehingga ketika suatu kali teman saya ini menjumpai warung Bakmi Djowo di sebuah bilangan di Jakarta Timur, dia tidak segan-segan merekomendasikannya ke teman-temannya, termasuk saya. Hehehe…


(Mie kuah pesanan saya. Tapi harus nyoba mie gorengnya juga. Lebih enak loh!)

Pada kesempatan ini Sisi memesan mie goreng, sedangkan saya mie kuah. Menurut saya, memang paling enak mie gorengnya, tentu setelah saya mencicipi mie goreng-nya Sisi. Di meja juga tersedia sate yang berisi daging atau kombinasi daging dengan telor dengan jeroan.

Oh ya, rasanya ada yang kurang kalau belum menyebutkan harganya. Sekedar jadi panduan saja. Siapa tahu dapat bermanfaat.

Daftar harga:
Mie Kuah/Goreng: Rp 5.000 per piring
Sate Daging/Kombinasi: Rp 2.000 per tusuk.

Termasuk murah kan?

VOTE untuk dukung Tempat Makan ini:

( 0 Votes )

 



blog comments powered by Disqus
back to top
Last Updated ( Thursday, 02 April 2009 17:29 )